Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/sumeksmi/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Berlakukan Aturan BBM Subsidi dan Non-Subsidi

Email Cetak PDF

Untuk atasi kelangkaan BBM akibat panic buying 

PALEMBANG - Terjadinya aksi panic buying sebagai dampak dari kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium sebetulnya tak perlu terjadi kalaulah pemerintah bersama Pertamina betul-betul patuh terhadap regulasi yang telah mereka buat sebelumnya.

Klaim dan dalih Pertamina serta pemerintah yang menyatakan komsumsi BBM di Sumsel over target justru termentahkan sebagaimana tudingan yang disampaikan ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Angkutan Darat (Apjat) Sumsel, H Chairuddin Yusuf.

“Bukan itu alasannya, yang benar itu harusnya penerapan aturan penggunaan BBM subsidi dan yang non-subsidi dipatuhi, pastinya tidak akan terjadi hal yang demikian. Permasalahannya bagaimana untuk bisa membedakan mana SPBU yang jual BBM subsidi dan mana yang non-subsidi atau untuk industri ?,” tukas Chairuddin yang menyebut sebetulnya Pertamina-Pemerintah hanya berpura-pura tidak mengerti akar permasalahan kelangkaan BBM ini.

Diungkapkan Chairuddin selaku pelaku usaha jasa angkutan yang setiap harinya bergelut mengurusi masalah angkutan termasuk BBM-nya, Chairuddin menyatakan sikapnya bersama sesama pengusaha siap menggunakan BBM untuk industri, asalkan hal itu diberlakukan tanpa pandang bulu.

“Rasanya, kalau pembatasan semacam itu diberlakukan tidak bakal lagi ada masalah antrean memanjang di SPBU, tinggal adakah kemauan dari instansi terkait untuk menerapkan kebijakan ini. Regulasi dan ancaman hukuman bagi pelaku jasa industri yang kedapatan menggunakan BBM subsidi juga sudah jelas, tinggal lagi berani atau tidak ?,” seloroh pria yang dikenal kritis dalam menyikapi setiap kebijakan pemerintah yang dirasa tak berpihak pada rakyat ini. 

Sebelumnya, pihak Pertamina Unit Pemasaran (UPms) II, Robert MVD mengaku terjadinya kelangkaan BBM kurun beberapa hari terakhir di wilayah Sumsel salah satunya terjadi akibat kuota BBM Sumsel sudah habis.

Pertumbuhan kepemilikan kendaraan sejak lima tahun terakhir cenderung terus meningkat. Berdasarkan data yang terekam akhir 2010 saja, terdapat 1.784.699 kendaraan baru masuk ke Sumsel terdiri jenis sedan, jeep, minibus, bus, pickup, truk dan sepeda motor. 

Dikatakan, tren naiknya pertumbuhan kendaraan di Sumsel bisa dilihat sejak 2007 lalu yakni ransaksi pembelian kendaraan mencapai 959.981 unit dan naik menjadi 1.186.185. Begitu juga tahun berikutnya sehingga berdampak tingginya konsumsi BBM bersubsidi. 

“BBM subsidi distribusinya diatur agar stok cukup hingga akhir tahun. Saat ini konsumsi BBM sudah over target,” kata Robert. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Palembang tidak hanya solar saja tetapi bahan bakar jenis premium juga. Salah satunya terlihat di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (26/10).(kms)

 

Written by: samuji Selasa, 01 November 2011 11:28 LAST_UPDATED2
 
ROMA, Ketakutan akan muncul bentrok suporter, bakal mewarnai final Coppa Italia antara AS Roma dan Lazio pada Minggu (26/5) ...
MONAKO, Tim Mercedes sukses mengamankan posisi pole position di tiga seri balap F1 terakhir. Menjelang GP Monako, Fernando A...
Palace Dilarang Tampil di Wembley LONDON, Crystal Palace akan menghadapi Watford pada laga final play-off promosi ke Premier...
Harusnya Pilih Chelsea Setelah berbulan-bulan dihinggapi spekulasi, Atletico Madrid akhirnya merestui Radamel Falcao untuk pe...